Skotlandia Minta Pisah Dari Inggris dan 38 Mentri Mundur Massal Termasuk PM Boris Johnson di minta mundur

Skotlandia Minta Pisah Dari Inggris dan 38 Mentri Mundur Massal Termasuk PM Boris Johnson di minta mundur

Sabtu, 09 Juli 2022, Juli 09, 2022
Foto: Instagram/Boris Johnson / perdana menteri Inggris 


VISTORBELITUNG.COM,di tengah situasi global yang Sedang Carut marut,ternaya hal tersebut juga tengah berimbas pada Inggris yang menghadapi situasi Politik di dalam negerinya Yang menggemparkan banyak pihak.

Bagaimana tidak dikabarkan 38 PM Inggris mengundurkan diri, termasuk PM Boris Johnson.

Bukan hanya itu saja secara tiba-tiba Skotlandia meminta Refrendum agar dapat berdiri sendiri dan meminta Pisah dari Inggris.

Jika Skotlandia berhasil memisahkan diri maka Inggris bisa di pastikan Terancam pecah,menjadi beberapa Bagian.


Berita yang menggerakkan bagi Publik,bagaimana tidak Keadaan Politik di Eropa juga Mengalami ketidak stabilan.

di kutip dari berbagai sumber,Bahkan PM Inggris Boris Johnson, Inggris juga diminta untuk mundur dari jabatannya di karenakan ia Memilih Pejabat dari Partainya yang Pernah terkena Kasus Pelecehan Chsris Pincher sebagai Deputy chief whip.

Diketahui dalam websitenya bahwa Deputy chief whip adalah sebagai Fungsi mengatur partai,bisnis parlemen tak pelak hal tersebut memicu reaksi warga Inggris.

Bahkan pembantunya dalam kabinet mengundurkan diri sebagai tanda Mosi tidak percaya.

Tak main-main kurang dari 24 jam,38 Mentri lebih memilih mengundurkan diri secara masal.

Yang Membuat PM Boris Johnson diminta untuk mundur dari kabinetnya,namun Hal tersebut di tolak dan ditentang oleh Boris Johnson yang sekarang menjabat sebagai Pedana Mentri Inggris.

"Saya tidak akan mundur dan hal terakhir yang diperlukan oleh negara ini,terus terang adalah pemilihan Umum."ujar Boris Johnson perdana menteri Inggris

Hal tersebut dibarengi dengan PM Skotlandia Nicola sturgeon meminta referendum agar berpisah dari Inggris.

PM Boris Johnson pun menolak permintaan mitranya itu,ia mengatakan kepada Sturgeon bahwa isu kenaikan harga pangan dan Covid-19 serta krisis Ukraina lebih penting dibahas dari pada Permintaan berpisahnya Skotlandia

Isu tersebut kembali bergulir di saat,PM Boris Johnson di minta untuk mundur dan menghadapi tekanan dari internal koalisi konservatif.

PM Skotlandia Nicola sturgeon bulan lalu telah mengumumkan bahwa Skotlandia akan meminta referendum ke dua yang di rencanakan pada bulan Oktober 2023 mendatang,hal tersebut bertepatan dengan 9 tahunnya warga Skotlandia menggelar pemilihan serupa namun sebagai besar pemilik memilih agar tetap menjadi bagian dari Inggris.

TerPopuler