JAMAAH INDONESIA LAKUKAN PELECEHAN di Ka'bah di Tangkap Atas Dugaan TUDUHAN PALSU

JAMAAH INDONESIA LAKUKAN PELECEHAN di Ka'bah di Tangkap Atas Dugaan TUDUHAN PALSU

Minggu, 22 Januari 2023, Januari 22, 2023
Foto: Klarifikasi pihak keluarga yang memberikan pembelaan bahwa kronologi yang terjadi sebenarnya atas tuduhan palsu pelecehan oleh wanita Libanon


VISTORBELITUNG.COM, Cuitan twitter Anna, @iniakuhelmpink mengungkap'kan dari Pihak Keluarga membantah Terjadinya pelecehan di depan kabah terhadap wanita Libanon. 

Kronologis terjadinya Jamaah Umroh Asal Indonesia yang diduga lakukan pelecehan saat sedang tawaf,keluarga Korban mengatakan "ini Fitnah,Muhammad said tidak melakukan itu!! 

Nirwana Tirsa, selaku keluarga memberikan klarifikasi bahwa tidak benar sepupunya melakukan pelecehan pada wanita Lebanon tersebut. 


" Kronologi kejadian pada tanggal (8/11/2022) Muhammad said datang bersama rombongan ke Mekkah dari Madinah dan di tanggal (10/11/2022) jam 1 malam waktu Mekkah, dia tawaf bersama ibu, kakak dan neneknya". 

"Karena banyaknya orang Muhammad said, suruh ibunya tunggu di depan (diluar area ka'bah) takut kejepit pas Muhammad said hampir memegang sudut ka'bah ada orang dari belakang narik pakaian ihramnya, karena takut pakaian ihramnya melorot dia ditariklah dari belakang ke depannya."


"Kedepannya pakaian itu, pas keluar dari kumpulan jamaah, Muhammad said langsung ditarik oleh dua orang polisi dan askar di situ dimintai keterangan dalam keadaan kebingung salahnya apa, menelponlah Muhammad said ke keluarganta tapi hp-nya".

" diambil polisi tersebut, dihapus semua foto2 dan semua data Muhammad said, dihubungilah, kami di indo. Kami di suruh, 


"buat hubungi kakaknya yang ada di Mekkah, kalo Muhammad said dibawa oleh polisi Arab katanya, namanya kak mini, nah Kak minimal ini posisi juga di sekitaran ka'bah tapi sementara sholat, di hubungilah kak mini ini oleh Muhammad said kalo dia tangkap polisi atas tuduhan PELECEHAN".

"Kata polisinya ada wanita jamaah asal Libanon yang melaporkan Muhammad said yang memegang payudara si wanita Libanon ini pada saat di depan ka'bah, Muhammad said dimintai keterangan pada saat di kantor polisi dan tidak berkutik sedikitpun karena beliau tidak paham bahasa arab".

" sampai dipukul oleh polisi Arab dia tidak berkutik karena memang dia tidak paham, posisi pada saat itu wanita si pelapor tidak ada disitu. Sampai pada saat ketua travelnya ke kantor polisi, katanya harus ditahan terlebih dahulu selama 5 hari nanti di bebasin. Ok kita toleran, "


"Karena kami pikir untuk menyelesaikan permasalahan disana butuh waktu untuk menyelesaikannya, tibalah waktu travel yang dibawa Muhammad said dan rombongan ini harus pulang ke Indonesia dan Muhammad said kabarnya belum bisa pulang karena harus tetap disana sampai pengadilan selesai. "

"Nah,disinilah kejanggalan nya dia divonis hukuman penjara 2 tahun, dengan kasus dugaan pelecehan, tanpa adanya bukti, saksinya pun hanya dua polisi yang menangkap Muhammad said di TKP dan pada saat pengadilan wanita Libanon yang mengaku sebagai korban tidak pernah hadir di pengadilan".

" tiap hari Muhammad said nangis2 dan Muhammad said menelpon keluarganya menggunakan telpon dari kantor polisi dan diberikan waktu 5 menit, beliau di suruh mengaku melakuan hal keji itu dan dia tetap bersih keras tidak melakukan itu."

"Walaupun dipaksa sama polisi, disana dia tidak mengakui tuduhan itu, tapi tidak ada surat dari sana melalui kedutaan atau apalah itu,sampai ke kepala penyelenggara haji dan umrah di sulsel dan keterangan nya membuat keluarga kami sakit hati."

"Katanya Muhammad said mengakui bahwa tuduhan itu benar padahal Muhammad said sudah sumpah2 ditambah suci nangis2 bahwa itu tidaklah benar. Kita hanya perlu bukti, tidak ada bukti dan korbanpun tidak pernah ada di pengadilan".

Dan nirwana Tirsa ada yang tidak benar pada headline dan opini berita,walaupun media mempunyai sumber, karena pemberitaan di media menggiring orang-orang untuk menyumpahi kakaknya dan keluarganya sangat menjunjung tinggi agama. 

TerPopuler