Iran Gelar Latihan Tembak Langsung di Selat Hormuz, Dekat Kapal Perang AS, Panasnya Kawasan Meningkat

Iran Gelar Latihan Tembak Langsung di Selat Hormuz, Dekat Kapal Perang AS, Panasnya Kawasan Meningkat

Senin, 02 Februari 2026, Februari 02, 2026

 

Foto:Ilustrator



VISTORBELITUNG.COM,Teheran, [1/2/2026] - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Angkatan Laut Iran memulai latihan tempur dengan tembakan langsung (live-fire) di perairan strategis Selat Hormuz. Latihan ini dilaporkan berlangsung di area yang berdekatan dengan posisi kapal-kapal perang Amerika Serikat yang sedang beroperasi di kawasan tersebut.


Manuver militer yang dimulai hari ini disebut-sebut sebagai respons atas ketegangan regional yang meningkat belakangan ini, meskipun pihak Iran secara resmi menyatakan latihan ini telah dijadwalkan sebelumnya dan bertujuan untuk "menguji kemampuan pertahanan dan keamanan maritim negara."


Selat Hormuz, jalur air sempit di antara Teluk Persia dan Teluk Oman, merupakan salah satu choke point perdagangan energi paling vital di dunia. Sekitar sepertiga dari minyak laut global melewati selat ini setiap hari, menjadikan stabilitas di kawasan ini sebagai kepentingan global.


Sumber militer AS dan pengamat lalu lintas kapal mengonfirmasi peningkatan aktivitas angkatan laut Iran di area tersebut. Armada AS, termasuk kelompok kapal induk, diketahui telah ditingkatkan kehadirannya di Timur Tengah dalam beberapa bulan terakhir sebagai bagian dari upaya penahanan dan menjaga kebebasan navigasi.


Latihan yang diperkirakan akan berlanjut selama dua hari ke depan ini menuai perhatian dan kekhawatiran dari komunitas internasional. Beberapa analis menyoroti potensi risiko insiden tidak terduga atau salah hitung (miscalculation) yang dapat memicu eskalasi lebih lanjut, mengingat jarak yang dekat antara pasukan kedua belah pihak.


"Ketika dua kekuatan militer besar berlatih dengan amunisi nyata dalam jarak yang berdekatan, ruang untuk kesalahan atau miskomunikasi menjadi sangat sempit. Satu insiden kecil saja bisa berubah menjadi krisis besar," ujar seorang analis keamanan maritim yang tidak ingin disebutkan namanya.


Pemerintah Iran sebelumnya telah berulang kali menegaskan haknya untuk melakukan latihan militer di perairan teritorialnya dan menyatakan kesiapan untuk membela kedaulatan negaranya. Latihan semacam ini kerap digunakan Teheran sebagai pesan untuk menunjukkan kemampuan dalam memblokade Selat Hormuz senjata strategisnya jika merasa terancam.


Hingga berita ini diturunkan, Pentagon belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait latihan tersebut. Namun, diperkirakan AS akan terus memantau situasi dengan ketat. Sekutu-sekutu regional AS, seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, juga kemungkinan besar mengamati perkembangan ini dengan waspada.


Latihan ini terjadi dalam konteks ketegangan yang belum mereda, termasuk terkait program nuklir Iran dan dukungannya terhadap kelompok militer di kawasan. Komunitas internasional, terutama negara-negara pengimpor minyak, diharapkan terus mendorong de-eskalasi dan dialog untuk mencegah destabilisasi di jalur pelayaran yang sangat krusial ini.


Para pelayaran komersial telah diimbau untuk berhati-hati dan mengikuti perkembangan notifikasi maritim (NOTMAR) terkini saat melintasi kawasan utara Selat Hormuz dalam beberapa hari ke depan.

TerPopuler