![]() |
| Foto:sisa Jangkar Kapal Perang dunia II ditemukan |
VISTORBELITUNG.COM,Di antara keindahan alam Papua yang memukau, tersimpan pula jejak-jejak kelam masa lampau yang menjadi saksi bisu pergolakan Perang Dunia II. Salah satunya adalah sebuah jangkar kapal bersejarah yang terdampar di Pulau Wakde, Kabupaten Mamberamo Raya, Papua.
Sebuah unggahan di media sosial baru-baru ini menyoroti peninggalan bersejarah ini. Dalam video yang diiringi musik, terlihat jelas sebuah jangkar berukuran besar yang menjadi sisa-sisa Perang Dunia II di pulau tersebut. Unggahan itu pun mencatat koordinat lokasi keberadaan jangkar, yakni di 13.283 Lintang Selatan dan 570 Bujur Timur.
Pulau Wakde sendiri memiliki sejarah penting dalam Perang Dunia II di kawasan Pasifik. Pada tahun 1944, pulau ini menjadi lokasi pertempuran sengit antara tentara Sekutu yang dipimpin oleh Amerika Serikat melawan pasukan Jepang yang mendudukinya. Jepang sebelumnya telah membangun lapangan terbang di pulau ini yang kemudian menjadi target strategis Sekutu dalam Operasi Kota (Operation Reckless) untuk merebut Hollandia (kini Jayapura) dan sekitarnya.
Jangkar besar yang terdampar ini diduga kuat merupakan bagian dari kapal perang atau kapal kargo yang tenggelam atau rusak selama masa pertempuran sengit tersebut. Keberadaannya yang kini menjadi monumen alami di tepi pantai mengingatkan kita akan kerasnya perang yang pernah terjadi di tanah Papua.
Kini, selain keindahan bawah laut dan hamparan pasir putihnya, Pulau Wakde juga menawarkan wisaya sejarah yang menarik. Peninggalan seperti jangkar kapal ini, ditambah dengan bangkai pesawat dan kendaraan perang lainnya yang masih berserakan di dasar laut maupun di daratan, menjadikan pulau ini seperti museum terbuka.
Bagi para pecinta sejarah dan penyelam, Pulau Wakde adalah destinasi yang memadukan keindahan alam dengan nilai historis yang tinggi. Keberadaan jangkar ini tidak hanya menjadi objek foto yang menarik, tetapi juga pengingat untuk selalu menghargai perdamaian yang kita nikmati saat ini.
Dengan koordinat yang jelas dan cerita sejarah yang melekat, diharapkan situs ini dapat terus terjaga kelestariannya sebagai warisan budaya dan sejarah bangsa.
