![]() |
| Foto:Penampakan Kuyang yang terekam kamera |
VISTORBELITUNG.COM,Banjarbaru – Kepercayaan terhadap makhluk gaib masih mengakar kuat di sebagian masyarakat Kalimantan Selatan. Baru-baru ini, jagat media sosial dihebohkan dengan sebuah unggahan yang mengklaim kemunculan sesosok Kuyang di kawasan Landasan Ulin, tepatnya di Pal 21, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Unggahan dari akun media sosial imahdoni pada Senin, 23 Februari 2026, menjadi perbincangan hangat setelah membagikan sebuah video yang diklaim sebagai rekaman warga setempat. "Ternyata ga di film memang ada kuyang di Kalimantan khususnya di landasan Ulin pal 21 Banjarbaru Kalsel," tulisnya dalam keterangan unggahan, sontak mengundang ribuan reaksi dan komentar dari warganet.
Hingga berita ini diturunkan, unggahan tersebut telah mendapat setidaknya 726 komentar. Salah satu komentar yang paling banyak mendapat sorotan dan apresiasi datang dari akun Manto Banjarbaru. Ia memberikan wejangan terkait ciri-ciri dan cara mengidentifikasi sesosok Kuyang menurut kepercayaan turun-temurun di masyarakat setempat.
"Amun ada yang dicurigai sekitar situ, hirit walut dimuka rmhnya waktu hari siang panas menggantung," tulis Manto Banjarbaru, yang dalam bahasa Banjar dapat diartikan sebagai imbauan untuk memperhatikan jika ada sesosok yang mencurigakan, biasanya mereka akan menjemur "walut" (sejenis pakaian atau kain) di depan rumahnya saat tengah hari terik.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sesosok yang diduga Kuyang ini dapat terbongkar identitasnya apabila ada orang yang mengetahui dan "meumpati" (mengikuti) atau "maras" (merasa iba) melihat kain yang dijemur tersebut. Bahkan, jika ada yang sampai bersedih atau menangisi "walut" itu, maka hal tersebut dapat menjadi petunjuk kuat. Komentar bernada mistis ini pun menuai 497 tanda api dari warganet, menandakan banyaknya pembaca yang terkesan atau setuju dengan penjelasan tersebut.
Fenomena Kuyang sendiri merupakan legenda urban yang sangat populer di Kalimantan. Makhluk ini digambarkan sebagai kepala perempuan beserta organ dalam yang terbang melayang mencari mangsa, biasanya ibu hamil atau bayi. Meski keberadaannya masih menjadi misteri dan kontroversi, cerita tentang Kuyang sudah mendarah daging dalam budaya dan kearifan lokal masyarakat Dayak dan Banjar.
Kemunculan video dan narasi baru ini kembali mengingatkan kita akan kuatnya tradisi lisan dan kepercayaan lokal yang masih hidup di tengah modernitas. Bagi sebagian warga, cerita Kuyang bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari identitas budaya dan sistem kepercayaan yang harus dihormati. Hingga saat ini, kebenaran video yang beredar masih simpang siur dan belum dapat dikonfirmasi secara ilmiah, namun gaungnya telah berhasil menarik perhatian publik dan memicu kembali diskusi tentang hal-hal mistis di Kalimantan.
