![]() |
| Foto:Evakuasi Korban Yang diduga lakukan martubasi sebelum meninggal |
VISTORBELITUNG.COM,Fenomena ekstrem yang terjadi di Afrika Selatan baru-baru ini menggemparkan publik. Seorang pria dilaporkan meregang nyawa setelah melakukan masturbasi sebanyak 62 kali tanpa henti dalam satu hari.
Kisah ini menjadi sorotan berbagai media sosial, termasuk unggahan dari akun sulis_official yang membagikan ulang konten dari Jurnal Mistis dan Pitravecers IDN. Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa obsesi masturbasi yang keterlaluan ini berakhir tragis dengan kematian pria tersebut.
Meskipun masturbasi adalah aktivitas seksual yang normal dan umum dilakukan, melakukannya secara berlebihan hingga puluhan kali dalam sehari jelas membawa risiko fatal bagi kesehatan. Para ahli kesehatan menyebutkan bahwa tubuh manusia memiliki batas kemampuan fisik.
Melakukan aktivitas seksual secara terus-menerus tanpa jeda dapat menyebabkan:
1. Kejang otot dan kelelahan ekstrem – Otot-otot panggul dan organ reproduksi bekerja di luar batas wajar
2. Dehidrasi berat – Aktivitas fisik intens tanpa asupan cairan yang cukup dapat mengganggu keseimbangan elektrolit tubuh
3. Gagal jantung – Rangsangan berlebihan pada sistem saraf simpatik dapat memicu serangan jantung, terutama pada individu dengan kondisi jantung yang tidak terdeteksi
4. Gangguan saraf – Stimulasi berulang pada saraf pudendal dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen
Dokter spesialis andrologi menjelaskan bahwa ejakulasi berulang dalam waktu singkat akan memicu pelepasan hormon prolaktin yang meningkat drastis, menyebabkan tubuh mengalami syok metabolik. Pada kasus ekstrem, hal ini dapat memicu kolaps kardiovaskular.
Komentar warganet seperti yang disampaikan akun sulis_official mengingatkan untuk tidak meniru perilaku berbahaya tersebut. "Ingat ya beb, jangan kebanyakan ya, seminggu 3 atau 4 kali aja lah ya," tulisnya dalam keterangan unggahan, menyindir pentingnya menjaga frekuensi aktivitas seksual dalam batas wajar.
Kasus di Afrika Selatan ini menjadi pengingat bahwa segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik, termasuk dalam hal aktivitas seksual. Kesehatan harus tetap menjadi prioritas utama di atas kepuasan sesaat.
