Patung Singa "Lucu" di Pisek Kite Park: Melampaui Stigma Keganasan Harimau

Patung Singa "Lucu" di Pisek Kite Park: Melampaui Stigma Keganasan Harimau

Minggu, 01 Februari 2026, Februari 01, 2026

 

Foto: Patung Singa Yang Mendapat Respon warganet


VISTORBELITUNG.COM,Di tengah hijau hamparan Pisek Kite Park, di jantung Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, tersembunyi sebuah daya tarik tak biasa yang memancing senyum dan tawa pengunjung. Bukan layang-layang warna-warni yang menjadi perhatian utama di sini, melainkan sebuah patung singa dengan ekspresi dan bentuk yang unik dan dianggap "lucu" oleh banyak mata. Berdiri di koordinat VW57+73M, Jalan Desa Srimulyo, patung ini dengan cepat menjadi objek swafoto favorit dan pembicaraan warganet lokal.


Patung singa tersebut memiliki ciri khas yang jauh dari kesan sangar atau menakutkan. Wajahnya mungkin terlihat sedikit kaku, dengan proporsi tubuh yang tidak sempurna, atau ekspresi yang lebih mirip kucing besar yang kebingungan daripada raja hutan yang garang. Karakter "lucu" dan "aneh" inilah justru yang menjadi magnetnya. Patung itu seolah-olah berkata: "Lihatlah, aku tidak seburuk yang kalian bayangkan."


Keberadaan patung singa "lucu" ini secara tidak langsung mengajak kita berefleksi. Di wilayah Sumatera, narasi tentang kucing besar sering kali didominasi oleh harimau sumatera, yang kerap dibebani dengan stigma keganasan. Kisah-kisah konflik, mitos, dan ketakutan telah membentuk citra harimau sebagai makhluk buas dan menakutkan.


Patung singa di Pisek Kite Park, dengan segala kelucuannya, seolah melampaui stigma tersebut. Ia mengingatkan kita bahwa persepsi kita terhadap suatu makhluk bahkan yang perkasa sekalipun bisa dibentuk ulang. Jika sang "raja hutan" (singa) saja bisa divisualisasikan dengan penuh kelucuan dan keakraban, mengapa kita harus terus memandang harimau, saudara kucing besarnya, hanya dari kacamata ketakutan?


Patung ini menjadi simbol kecil bahwa kegarangan bukanlah satu-satunya identitas. Alam dan isinya memiliki banyak sisi, termasuk sisi yang bisa membuat kita tersenyum. Dalam konteks konservasi, pendekatan yang humanis dan edukatif, yang menyoroti keindahan, kelucuan, dan peran ekologis harimau, mungkin lebih efektif untuk membangun empati daripada terus mengulang narasi keganasannya semata.


Pisek Kite Park sendiri adalah ruang publik yang vital. Dengan adanya patung unik ini, taman itu bertransformasi menjadi lebih dari sekadar tempat bermain layang-layang. Ia menjadi titik temu komunitas, tempat interaksi sosial terjadi, dan percakapan ringan tentang patung "singa yang aneh" itu bisa menjadi pintu masuk untuk obrolan yang lebih dalam tentang alam sekitar, satwa, dan bagaimana kita memandangnya.


Kehadiran patung ini secara tidak sengaja menawarkan pelajaran tentang penerimaan. Diterima apa adanya, dengan segala ketidak-sempurnaannya, justru membuatnya dicintai. Pesan yang sama bisa kita terapkan pada satwa liar: menerima mereka sebagai bagian tak terpisahkan dari ekosistem, dengan peran dan sifat alaminya, alih-alih hanya mengutuknya sebagai "ganas".


Jadi, lain kali Anda berkunjung ke Pisek Kite Park di Musi Rawas, sempatkanlah mencari patung singa yang lucu itu. Berfoto lah dengannya, tersenyum melihat ekspresinya. Namun, di balik senyum itu, mari kita renungkan sejenak.


Patung sederhana ini adalah pengingat halus bahwa terkadang, mengubah cara pandang bisa dimulai dari sesuatu yang sederhana dan menyenangkan. Stigma keganasan harimau, atau stigma terhadap kekuatan alam mana pun, perlahan-lahan bisa hilang ketika kita mulai melihat dengan mata yang lebih terbuka, penuh rasa ingin tahu, dan siap menemukan keunikan bahkan kelucuan di tempat yang tak terduga.


Lokasi: Pisek Kite Park, VW57+73M, Jl. Desa Srimulyo, Sri Mulyo, Kec. Suku Tengah Lakitan Ulu, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan.

TerPopuler