Umat Muslim di Depok Gelar Shalat Idul Fitri 1447 H, Ikuti Rukyat Global

Umat Muslim di Depok Gelar Shalat Idul Fitri 1447 H, Ikuti Rukyat Global

Rabu, 18 Maret 2026, Maret 18, 2026

 

Foto:Sekelompok Muslim diberbagai daerah Indonesia telah melakukan sholat Ied


VISTORBELITUNG.COM,Suasana khidmat terlihat di Jalan Juanda, Kota Depok, pada Kamis pagi, 19 Maret 2026. Sebagian umat Muslim di wilayah tersebut melaksanakan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Lokasi pelaksanaan shalat berlangsung di area depan Rumah Makan Sari Kuring Sunda (SKS), sebuah ruas jalan yang cukup dikenal di kota tersebut.


Jemaah tampak memenuhi badan jalan sejak pagi hari, menggelar sajadah dan alas untuk menunaikan ibadah sunnah di hari kemenangan ini. Pelaksanaan shalat Id berlangsung lancar dengan tetap memperhatikan kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi.


Yang menarik dari pelaksanaan Shalat Id di lokasi ini adalah penetapan tanggal 1 Syawal yang digunakan. Berdasarkan keterangan dari perwakilan panitia di lokasi, penetapan jatuhnya 1 Syawal 1447 H ini mengacu pada hasil rukyatul hilal (pengamatan bulan sabit) secara global. Menurut informasi yang diterima panitia, hilal dilaporkan telah terlihat di sejumlah wilayah di Afghanistan. Kemunculan hilal tersebut kemudian dikonfirmasi dan disahkan oleh otoritas keagamaan setempat di negara tersebut.


Menggunakan dasar laporan rukyat global inilah, sebagian kaum muslimin di Depok memutuskan untuk melaksanakan Shalat Idul Fitri pada hari Kamis, 19 Maret 2026, sementara kemungkinan besar kelompok muslim lainnya di Indonesia baru akan merayakannya pada keesokan hari, Jumat, 20 Maret 2026, sesuai dengan metode hisab atau rukyat yang berbeda.


Fenomena perbedaan penetapan awal bulan Hijriah, termasuk Idul Fitri, sudah kerap terjadi di Indonesia. Hal ini menunjukkan dinamika pemahaman keagamaan dan metodologi penetapan kalender Islam yang hidup di tengah masyarakat. Meskipun terdapat perbedaan, pelaksanaan ibadah di lokasi ini berjalan dengan damai dan penuh kebersamaan.


Peristiwa di Jalan Juanda ini menjadi salah satu gambaran bagaimana informasi astronomi dan konfirmasi otoritas keagamaan dari mancanegara dapat mempengaruhi pelaksanaan ibadah di tingkat lokal di Indonesia.

TerPopuler