![]() |
| Foto:Dr. dr. Pakhruzzabadi, Sp.OG |
VISTORBELITUNG.COM,Bontang – Sebuah unggahan di media sosial baru-baru ini menjadi perbincangan hangat warganet. Kisah ini bermula dari praktik seorang dokter spesialis kandungan asal Kota Bontang, Kalimantan Timur, Dr. dr. Pakhruzzabadi, Sp.OG, yang menemukan kasus unik pada seorang pasien remaja.
Melalui akun media sosial pribadinya, sang dokter membagikan pengalaman saat menangani seorang pasien dengan keluhan yang dalam istilah medis dikenal sebagai "jengger ayam" atau kondiloma akuminata (kutil kelamin). Kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi virus HPV (Human Papillomavirus) dan sering kali berkaitan dengan aktivitas seksual.
Beruntung, pasien tersebut datang untuk berkonsultasi pada waktu yang tepat sehingga penanganan dini dapat segera dilakukan. Dalam unggahannya pada Sabtu (14/03/2026), dr. Pakhruzzabadi menceritakan bahwa dirinya sempat menyarankan pasien untuk segera menikah. Saran tersebut diberikan sebagai salah satu bentuk edukasi agar pasien dapat menghindari perilaku berisiko di luar nikah yang dapat memperparah kondisi kesehatannya.
Namun, diskusi tersebut seketika terhenti dan berubah menjadi perhatian serius ketika pasien mengungkapkan identitasnya. Sang pasien ternyata masih duduk di bangku kelas II Sekolah Menengah Atas (SMA). Pengakuan ini sontak membuat sang dokter dan warganet yang membaca unggahan tersebut terkejut.
Kisah ini pun viral dan memicu berbagai reaksi dari publik. Banyak yang menyoroti pentingnya peran orang tua dan pendidikan seks sejak dini untuk remaja agar terhindar dari penyakit menular seksual. Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa masalah kesehatan reproduksi tidak mengenal usia, dan penting bagi remaja untuk mendapatkan akses informasi serta edukasi yang tepat agar dapat menjaga kesehatan dan masa depan mereka.
Hingga berita ini diturunkan, unggahan dr. Pakhruzzabadi masih menuai beragam komentar dari netizen yang prihatin sekaligus mengapresiasi langkah edukasi yang dilakukan oleh sang dokter.
