![]() |
| Foto:SPPI |
VISTORBELITUNG.COM,Jakarta – Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto memimpin rapat koordinasi tindak lanjut arahan Presiden terkait percepatan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Rapat yang digelar di lingkungan Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta, pada Rabu (12/3) tersebut bertujuan untuk menyiapkan sistem pengawalan guna memastikan program berjalan sesuai target.
Dalam rapat tersebut, dibahas secara mendalam mengenai percepatan penyiapan tenaga pengawal bagi 80.000 unit koperasi yang ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap pada Agustus 2026 mendatang. Pemerintah menargetkan perekrutan dan pelatihan sekitar 30.000 tenaga pengawal yang akan melibatkan dukungan penuh dari Kementerian Pertahanan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menegaskan bahwa program koperasi ini memerlukan langkah cepat dan terukur, terutama dalam hal penyiapan sumber daya manusia.
"Program ini memerlukan langkah cepat, khususnya dalam proses perekrutan, pendidikan, dan pelatihan sumber daya manusia," ujar Wamenhan di sela-sela rapat.
Lebih lanjut, dalam rapat koordinasi tersebut, Wamenhan juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga. Menurutnya, koordinasi yang solid antarinstansi menjadi kunci utama agar program prioritas Presiden ini dapat berjalan tepat waktu dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
"Sinergi lintas kementerian dan lembaga harus terus diperkuat agar program ini berjalan sesuai target yang telah ditetapkan oleh Bapak Presiden," tegasnya.
Rapat ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan kesiapan infrastruktur pendukung dan sumber daya manusia sebelum ribuan koperasi mulai beroperasi di seluruh Indonesia.
