![]() |
| Foto:Terduga pelaku diberikan Arahan bahwa di belitung masyarakatnya tidak bisa di kadalin |
VISTORBELITUNG.COM,Aksi kejahatan dengan modus operandi baru terjadi di Tanjung Pandan, Belitung. Seorang pria nekat menyamar sebagai petugas kesehatan untuk melakukan aksi pencurian. Alih-alih memeriksa kondisi kesehatan warga, pelaku justru menguras barang berharga milik korban.
Peristiwa ini terungkap setelah aksinya yang berulang kali menimbulkan kemarahan warga setempat. Dalam unggahan akun Instagram @feedgramindo, disebutkan bahwa pelaku berpura-pura menawarkan pemeriksaan kesehatan gratis. Namun, di balik niat mulia yang ia kedokkan, pelaku ternyata menjalankan aksi pencurian.
"Warga di Tanjung Pandan Belitung geram dengan aksi pelaku pencurian berkedok periksa kesehatan, tak hanya sekali ternyata sudah banyak yang menjadi korban," tulis keterangan dalam unggahan tersebut, dikutip pada Senin.
Aksi pelaku baru diketahui setelah warga curiga dengan gelagatnya yang tidak biasa saat memasuki rumah-rumah warga. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, terungkap bahwa beberapa rumah yang sebelumnya didatangi pelaku kehilangan barang berharga.
Sontak, hal ini membuat warga geram. Apalagi, modus yang digunakan terbilang licik karena memanfaatkan situasi dan niat baik warga yang ingin memeriksakan kesehatannya secara gratis.
Dalam unggahan yang sama, warganet juga menyoroti penampilan pelaku yang sempat terekam. Seorang pengguna dengan akun @putra_artopia bahkan berkomentar mengenai gaya rambut pelaku yang dinilai tidak biasa. "Sempet² ny ngerapiin rambut si mbul," tulisnya, disertai dengan 4 balasan lainnya yang turut mengomentari unggahan tersebut.
Akun @feedgramindo pun mengimbau kepada seluruh warga agar lebih waspada dan tidak mudah percaya dengan orang asing yang datang menawarkan jasa atau barang secara gratis. Warga diminta untuk selalu memastikan identitas dan tidak segan bertanya jika ada hal yang mencurigakan.
"Sampai saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait identitas dan keberadaan pelaku. Warga diharap hati-hati dan tak gampang mempercayai hal serupa," pungkas unggahan tersebut.
